Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh di Desa Burno
- Mar 06, 2026
- SAIFUL ARIFIN
Dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi, para pemuda dan masyarakat Desa Burno mulai melakukan proses pembuatan ogoh-ogoh. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong di beberapa titik dusun di Desa Burno. Pembuatan ogoh-ogoh ini menjadi salah satu bentuk kreativitas serta kebersamaan warga dalam melestarikan budaya dan tradisi.
Sejak beberapa hari terakhir, para pemuda tampak antusias mengerjakan rangka ogoh-ogoh yang dibuat dari bambu. Rangka tersebut dibentuk sedemikian rupa agar menyerupai sosok raksasa atau tokoh tertentu. Setelah rangka selesai, proses dilanjutkan dengan pemasangan kertas, kain, dan bahan lainnya untuk membentuk badan ogoh-ogoh.
Pembuatan ogoh-ogoh ini melibatkan banyak pihak, terutama para pemuda desa yang tergabung dalam kelompok karang taruna. Mereka bekerja sama membagi tugas, mulai dari membuat rangka, membentuk badan, hingga proses pengecatan agar ogoh-ogoh terlihat lebih menarik dan hidup.
Selain sebagai persiapan menyambut perayaan Nyepi, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Para pemuda bekerja hingga malam hari dengan penuh semangat, sementara warga lainnya turut memberikan dukungan baik berupa tenaga maupun konsumsi.
Proses pembuatan ogoh-ogoh ini juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar tentang nilai-nilai budaya dan tradisi. Dengan ikut terlibat langsung, mereka dapat memahami makna ogoh-ogoh sebagai simbol pembersihan diri dari sifat-sifat buruk.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Burno dapat terus terjaga. Selain itu, pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.